Skip to Content

Yesus Jurumudiku

PEDOMAN HIDUP
19 سبتمبر 2026 by
Yesus Jurumudiku
Pnt.Arnold Sondakh,S.AP.MH

MATIUS 8:26-27 

Yesus berkata kepada mereka: Mengapa kamu takut kamu yang kurang percaya, lalu bangunlah Yesus menghardik angin, maka danau itu menjadi tenang sekali dan heranlah orang-orang itu, katanya: Orang apakah Dia ini sehingga angin dan laut pun taat kepada-Nya?

Oleh sebab itu kita sebagai pengikut  Kristus, kita harus tetap percaya hanya Yesuslah harus menjadi Nahkoda dalam kehidupan kita, artinya  bukan karena kita, tapi karena Tuhan. 

Amin ya amin.



VERSI FULL :

Peristiwa dalam Matius 8:26–27 memperlihatkan secara jelas otoritas mutlak yang dimiliki Yesus atas seluruh ciptaan, sekaligus menjadi cermin bagi kedalaman iman para murid ketika diperhadapkan pada situasi yang menakutkan. Di tengah guncangan badai dan gelombang laut yang mengancam keselamatan, respons pertama para murid adalah cemas dan panik. Yesus menanggapi ketakutan tersebut dengan pertanyaan mendalam yang menyingkapkan ketidakpercayaan mereka, sebelum akhirnya Ia berdiri dan menghardik angin serta danau hingga menjadi tenang seketika. Momen berharga ini tidak hanya menampilkan mukjizat fisik berupa reda badai, tetapi juga menyatakan penyataan ilahi tentang siapa Yesus sebenarnya—Sosok yang bahkan angin dan laut pun tunduk serta taat kepada perintah-Nya.

Dalam konteks perjalanan hidup sehari-hari, badai sering kali datang tanpa diundang, baik dalam bentuk persoalan finansial, krisis hubungan, dinamika pekerjaan, maupun pergumulan batin. Ketika gelombang permasalahan terasa melampaui batas kemampuan manusia, kecemasan kerap kali merayap masuk dan mengikis rasa percaya yang telah dibangun. Teguran Yesus kepada para murid menjadi pengingat yang sangat relevan bahwa ketakutan yang berlebihan sering kali berakar dari fokus kita yang terlalu tertuju pada besarnya ancaman di sekitar, ketimbang pada kehadiran dan kuasa-Nya yang senantiasa menyertai. Mengalihkan pandangan dari badai kepada Kristus adalah langkah krusial untuk menemukan kembali kedamaian yang sejati.

Oleh karena itu, sebagai pengikut Kristus, wujud nyata dari iman yang mendalam adalah kesediaan untuk menjadikan Yesus sebagai satu-satunya Nahkoda dalam kemudi kehidupan kita. Mengakui Yesus sebagai Nahkoda mengandung arti bahwa kita secara sadar menyerahkan seluruh hak kendali, cita-cita, dan kekhawatiran kita ke dalam tangan-Nya. Langkah ini menuntut kerendahan hati untuk mengakui bahwa hikmat, kekuatan, dan kapabilitas pribadi memiliki batas yang sangat nyata. Tanpa penyertaan Tuhan, segala upaya yang dilakukan manusia akan mudah goyah ketika dihantam oleh krisis yang tak terduga.

Lebih jauh lagi, kesadaran ini menegaskan bahwa setiap keberhasilan, kedamaian, dan keselamatan yang kita nikmati dalam hidup bukanlah buah dari kehebatan atau kebaikan diri sendiri, melainkan semata-mata karena kasih karunia dan kemurahan Tuhan. Bukan karena kita yang mampu mengendalikan badai, melainkan karena Tuhan yang berkuasa atasnya. Ketika kita menetapkan Kristus sebagai Nahkoda yang memimpin seluruh jalan hidup, kita tidak lagi berjalan dengan rasa cemas akan masa depan, melainkan dengan keyakinan teguh bahwa kapal kehidupan kita dituntun oleh Pribadi yang sanggup menenangkan setiap gelombang dan membawa kita sampai ke seberang dengan selamat.

"BUAH YANG NYATA: MENJADI PENGIKUT KRISTUS BUKAN SEKADAR STATUS"
"PEDOMAN HIDUP"