Skip to Content

Overthinking: Ketika Pikiran Lebih Berisik Daripada Iman

September 21, 2026 by
Overthinking: Ketika Pikiran Lebih Berisik Daripada Iman
Pdt. Sonya Ogotan

Mazmur 94:19:

“Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.”

​Malam sudah semakin larut. Layar ponsel telah dipadamkan dan suasana kamar begitu tenang. Namun, di dalam kepala, berbagai pikiran justru mulai bersuara. Percakapan yang terjadi pagi tadi diputar kembali. Kesalahan kecil terasa semakin besar. Masa depan yang belum terjadi mulai dipenuhi berbagai kemungkinan buruk.

“Bagaimana kalau aku gagal? Bagaimana kalau dia meninggalkanku? Bagaimana kalau hidupku tidak berjalan sesuai rencana?”

Inilah overthinking. Kita memikirkan sesuatu berulang kali seolah-olah dengan memikirkannya lebih lama, kita dapat mengendalikan hasilnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Hati semakin gelisah, tubuh semakin lelah, dan suara ketakutan terdengar lebih keras daripada suara iman.

Pemazmur ternyata pernah mengalami keadaan yang sama. Ia berkata, “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku...” Ia tidak menyembunyikan kegelisahannya dan tidak berpura-pura kuat. Namun, ia menyadari bahwa di tengah ramainya pikiran, penghiburan Tuhan sanggup menyenangkan jiwanya.

Iman bukan berarti pikiran kita tidak pernah kacau. Iman berarti kita memilih datang kepada Tuhan di tengah kekacauan itu. Kita mungkin tidak langsung mendapatkan jawaban atas setiap pertanyaan, tetapi kita dapat memercayai kehadiran-Nya.

Tidak semua yang kita pikirkan adalah kenyataan, dan tidak semua yang kita takutkan akan terjadi. Pesan yang belum dibalas belum tentu menandakan penolakan. Satu kegagalan tidak menentukan seluruh masa depan. Rencana yang tertunda bukan berarti Tuhan telah melupakan kita.

Hari ini, berhentilah sejenak. Tarik napas dan ceritakan kepada Tuhan semua yang memenuhi pikiranmu. Kerjakan bagian yang menjadi tanggung jawabmu, kemudian serahkan hal-hal yang tidak dapat kamu kendalikan kepada-Nya.

Ketika pikiranmu mulai berisik, ingatlah bahwa Tuhan lebih besar daripada ketakutanmu. Biarkan penghiburan-Nya menjadi suara yang paling kuat di dalam hatimu.

Tuhan, tenangkan pikiranku yang gelisah. Tolong aku membedakan kenyataan dari ketakutanku. Ajarlah aku melakukan bagianku dan menyerahkan sisanya kepada-Mu. Ketika pikiranku lebih berisik daripada imanku, ingatkan aku bahwa Engkau tetap memegang hidupku. Amin.

"GENGGAMAN DI TENGAH BADAI"
"PEDOMAN HIDUP"